Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank BRI menjadi salah satu program pembiayaan paling dicari pelaku UMKM di Indonesia. Bunga rendah mulai 3% per tahun dengan plafon hingga Rp500 juta—siapa yang tidak tertarik?
Masalahnya, tidak sedikit calon debitur yang bingung dengan prosedur pengajuannya. Ada yang mengira prosesnya rumit, ada juga yang langsung ditolak tanpa tahu penyebabnya.
Nah, artikel ini akan membahas tuntas cara mengajukan KUR BRI 2026 secara online maupun offline—mulai dari persiapan dokumen, proses survei, hingga dana benar-benar cair ke rekening. Berdasarkan informasi dari kur.bri.co.id dan regulasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, berikut panduan lengkapnya.
KUR BRI Cocok untuk Siapa?

Program KUR BRI ditujukan bagi pelaku usaha produktif yang membutuhkan modal kerja atau investasi. Namun, tidak semua orang bisa mengajukan—ada kriteria spesifik yang harus dipenuhi.
Secara umum, KUR BRI cocok untuk:
- Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sudah berjalan minimal 6 bulan
- Calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang membutuhkan biaya penempatan
- Pelaku usaha di sektor pertanian, perikanan, industri pengolahan, perdagangan, dan jasa
- Individu yang belum pernah atau sedang tidak menerima kredit produktif dari perbankan
Yang perlu digarisbawahi: KUR bukan untuk usaha baru yang belum memiliki track record. Bank membutuhkan bukti bahwa bisnis sudah berjalan dan menghasilkan omzet.
Jika belum memiliki rekening di Bank BRI, ada baiknya membuka rekening terlebih dahulu karena pencairan dana KUR dilakukan melalui rekening BRI.
Mengenal 3 Jenis KUR BRI

BRI menyediakan beberapa jenis KUR yang disesuaikan dengan skala usaha. Setiap jenis memiliki plafon, bunga, dan ketentuan agunan yang berbeda.
| Jenis KUR | Plafon | Bunga/Tahun | Agunan |
|---|---|---|---|
| KUR Super Mikro | Hingga Rp10 juta | 3% | Tanpa agunan |
| KUR Mikro | Rp10 – 100 juta | 6% | Tanpa agunan |
| KUR Kecil | Rp100 – 500 juta | 6-9% | Wajib agunan |
Data berdasarkan ketentuan BRI dan dapat berubah sesuai kebijakan terbaru.
KUR Super Mikro
Jenis ini paling cocok untuk usaha sangat kecil dengan kebutuhan modal terbatas. Bunga hanya 3% per tahun menjadikannya opsi paling murah.
KUR Mikro
Pilihan populer untuk pedagang, pemilik warung, dan UMKM dengan omzet menengah. Tanpa agunan dan bunga tetap terjangkau di 6%.
KUR Kecil
Ditujukan untuk usaha yang sudah lebih mapan dan butuh modal besar. Plafon mencapai Rp500 juta, tapi wajib menyertakan jaminan seperti sertifikat tanah atau BPKB.
Untuk simulasi cicilan setiap jenis KUR, bisa dilihat di tabel angsuran KUR BRI yang sudah dibahas lengkap.
Persyaratan Dasar Calon Debitur KUR
Sebelum mengajukan, pastikan sudah memenuhi semua persyaratan berikut. BRI melakukan verifikasi ketat melalui sistem Dukcapil dan SLIK OJK.
Syarat Umum
- Warga Negara Indonesia (WNI) berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah
- Memiliki usaha produktif yang sudah berjalan aktif minimal 6 bulan
- Tidak sedang menerima kredit produktif dari lembaga keuangan lain
- Tidak masuk Daftar Hitam Nasional (DHN) Bank Indonesia
- Memiliki catatan kredit bersih (kolektibilitas 1 atau 2 di SLIK OJK)
Syarat Khusus per Jenis KUR
| Jenis KUR | Syarat Tambahan |
|---|---|
| KUR Super Mikro & Mikro | Cukup SKU dari kelurahan/desa |
| KUR Kecil (di atas Rp50 juta) | Wajib NPWP + agunan untuk plafon >Rp100 juta |
| KUR TKI | Perjanjian kerja dari PPTKIS |
Poin penting: kredit konsumtif seperti KPR, kredit kendaraan, atau kartu kredit tidak menjadi penghalang selama pembayarannya lancar. Yang tidak boleh adalah kredit produktif (modal usaha) di bank lain.
Checklist Dokumen Sebelum Mengajukan
Kelengkapan dokumen menjadi faktor krusial dalam proses pengajuan. Dokumen tidak lengkap atau tidak valid akan langsung membuat pengajuan tertunda—bahkan ditolak.
Dokumen Wajib untuk Semua Jenis KUR
- KTP elektronik (e-KTP) yang masih berlaku
- Kartu Keluarga (KK) dengan data sesuai KTP
- Surat Keterangan Usaha (SKU) dari kelurahan/desa, atau NIB dari OSS
- Foto lokasi usaha dan kegiatan operasional
- Pas foto 4×6 (beberapa cabang masih meminta)
Dokumen Tambahan untuk KUR Kecil
- NPWP (wajib untuk pengajuan di atas Rp50 juta)
- Sertifikat tanah (SHM/SHGB) atau BPKB kendaraan sebagai agunan
- Laporan keuangan sederhana (jika ada)
Tips Persiapan Dokumen
Pastikan data pada semua dokumen sudah sesuai dan tidak ada perbedaan ejaan nama, alamat, atau tanggal lahir. Sistem BRI melakukan pencocokan otomatis dengan database Dukcapil—ketidaksesuaian sekecil apapun bisa menyebabkan penolakan.
Scan dokumen dengan kualitas tinggi (minimal 300 DPI) jika mengajukan secara online. Simpan dalam format PDF atau JPG dengan ukuran file tidak lebih dari 2MB.
Cara Mengajukan KUR BRI Online via kur.bri.co.id
Pengajuan online menjadi opsi paling praktis karena bisa dilakukan kapan saja tanpa harus ke kantor cabang. Berikut langkah-langkahnya:
- Buka browser dan kunjungi situs resmi kur.bri.co.id
- Klik tombol “Ajukan Pinjaman” di halaman utama
- Daftar akun baru menggunakan email aktif dan nomor HP, atau login jika sudah punya akun
- Setelah masuk, pilih menu “Ajukan Pinjaman KUR”
- Baca syarat dan ketentuan, lalu centang persetujuan
- Pilih jenis KUR yang sesuai (Super Mikro, Mikro, atau Kecil)
- Isi formulir data diri secara lengkap sesuai KTP
- Isi informasi usaha: jenis usaha, alamat, lama beroperasi, dan estimasi omzet bulanan
- Unggah dokumen persyaratan yang sudah di-scan
- Tentukan nominal pinjaman dan tenor yang diinginkan
- Klik “Hitung Angsuran” untuk melihat simulasi cicilan
- Review semua data, pastikan tidak ada yang salah
- Klik “Ajukan Pinjaman” untuk mengirim pengajuan
- Catat nomor registrasi yang muncul untuk tracking status
Setelah pengajuan terkirim, sistem akan memproses verifikasi awal. Jika lolos, petugas BRI Unit terdekat akan menghubungi untuk menjadwalkan survei lokasi usaha.
Cara Mengajukan KUR BRI Offline di BRI Unit
Bagi yang kurang familiar dengan teknologi atau ingin konsultasi langsung, pengajuan offline tetap tersedia di seluruh kantor cabang dan BRI Unit.
- Siapkan semua dokumen persyaratan dalam bentuk asli dan fotokopi
- Kunjungi BRI Unit atau kantor cabang terdekat sesuai domisili usaha
- Ambil nomor antrean dan tunggu dipanggil
- Sampaikan keperluan pengajuan KUR kepada Mantri (petugas kredit BRI)
- Serahkan dokumen untuk diverifikasi
- Isi formulir pengajuan yang diberikan petugas
- Tentukan nominal pinjaman dan tenor yang diinginkan
- Tunggu informasi jadwal survei dari petugas (biasanya 1-3 hari kerja)
- Siapkan lokasi usaha untuk dikunjungi saat survei
Keuntungan pengajuan offline adalah bisa langsung bertanya dan berkonsultasi dengan petugas jika ada yang kurang jelas. Mantri BRI juga bisa memberikan rekomendasi plafon yang sesuai dengan kemampuan bayar.
Tahap Survei: Apa yang Diperiksa Petugas?
Survei lokasi usaha merupakan tahapan krusial yang menentukan pengajuan disetujui atau tidak. Petugas BRI (Mantri) akan datang langsung ke tempat usaha untuk memverifikasi data.
Yang Diperiksa Saat Survei
- Keberadaan usaha — Apakah usaha benar-benar ada dan beroperasi
- Kondisi fisik tempat usaha — Lokasi, ukuran, kelengkapan
- Aktivitas operasional — Apakah ada kegiatan jual-beli atau produksi
- Stok barang dagangan — Untuk usaha perdagangan
- Peralatan usaha — Mesin, kendaraan operasional, dll
- Domisili pemohon — Kesesuaian alamat KTP dengan tempat tinggal
Tips Menghadapi Survei
Jangan panik atau berusaha “mempercantik” kondisi usaha secara berlebihan. Petugas sudah berpengalaman dan bisa menilai mana yang alami dan mana yang dibuat-buat.
Yang penting: usaha benar-benar berjalan, ada bukti transaksi (nota, kwitansi), dan pemohon bisa menjelaskan operasional bisnisnya dengan lancar.
Siapkan juga catatan keuangan sederhana—meski tidak wajib, ini menunjukkan keseriusan dan bisa meningkatkan kepercayaan petugas terhadap kemampuan bayar.
Proses Akad Kredit dan Pencairan Dana
Jika survei berjalan lancar dan pengajuan disetujui, tahap selanjutnya adalah akad kredit. Proses ini dilakukan di kantor BRI Unit atau cabang.
Tahapan Akad Kredit
- Petugas menghubungi untuk mengabarkan persetujuan dan jadwal akad
- Datang ke kantor BRI sesuai jadwal dengan membawa KTP asli dan materai (biasanya disediakan bank)
- Petugas menjelaskan detail pinjaman: nominal yang disetujui, bunga, tenor, dan besaran cicilan
- Baca dan pahami isi perjanjian kredit sebelum menandatangani
- Tanda tangani dokumen akad kredit di atas materai
- Proses selesai—dana akan dicairkan ke rekening BRI
Pencairan Dana
Dana KUR dicairkan langsung ke rekening tabungan BRI atas nama pemohon. Prosesnya biasanya memakan waktu 1-2 hari kerja setelah akad.
Jika belum punya rekening BRI, petugas akan membantu proses pembukaan rekening baru di hari yang sama.
| Tahapan | Estimasi Waktu |
|---|---|
| Verifikasi dokumen | 1-3 hari kerja |
| Pengecekan SLIK OJK | 1-2 hari kerja |
| Survei lokasi usaha | 2-5 hari kerja |
| Analisis kelayakan | 1-2 hari kerja |
| Akad kredit | 1 hari kerja |
| Pencairan dana | 1-2 hari setelah akad |
Total waktu dari pengajuan hingga dana cair berkisar 7-14 hari kerja dalam kondisi normal. Proses bisa lebih cepat jika dokumen lengkap dan data sesuai.
Hal-Hal yang Membuat Pengajuan Tertunda atau Ditolak
Tidak semua pengajuan berjalan mulus. Beberapa kendala umum sering membuat proses terhambat atau bahkan ditolak.
Penyebab Pengajuan Tertunda
- Dokumen kurang lengkap atau kualitas scan buruk
- Data tidak cocok antara KTP, KK, dan database Dukcapil
- Petugas kesulitan menghubungi pemohon untuk survei
- Lokasi usaha tidak ditemukan atau alamat tidak jelas
Penyebab Pengajuan Ditolak
- Riwayat kredit bermasalah di SLIK OJK (kolektibilitas 3, 4, atau 5)
- Usaha belum berjalan 6 bulan
- Masih memiliki pinjaman produktif di lembaga keuangan lain
- Plafon yang diajukan tidak sesuai kemampuan bayar
- Agunan tidak valid atau sedang dijaminkan di tempat lain (untuk KUR Kecil)
Untuk pembahasan lebih detail tentang alasan penolakan dan cara mengatasinya, sudah dibahas lengkap di artikel penyebab KUR BRI ditolak.
Kontak Layanan dan Bantuan BRI
Butuh informasi lebih lanjut atau mengalami kendala saat pengajuan? Berikut kanal resmi yang bisa dihubungi:
| Layanan | Kontak |
|---|---|
| Call Center BRI | 14017 atau 1500017 (24 jam) |
| WhatsApp Sabrina | 0812-1214-017 |
| Website KUR BRI | kur.bri.co.id |
| Email Pengaduan | [email protected] |
| Website Resmi BRI | www.bri.co.id |
Alamat Kantor Pusat BRI: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Gedung BRI I, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 44-46 Jakarta 10210
Untuk menemukan lokasi BRI Unit atau kantor cabang terdekat, gunakan fitur pencarian di website bri.co.id atau Google Maps dengan kata kunci “BRI Unit terdekat”.
Penutup
Mengajukan KUR BRI sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Kuncinya ada pada persiapan dokumen yang lengkap, data yang sesuai, dan pemahaman terhadap prosedur pengajuan.
Mulai dari pengecekan kelayakan, pengajuan (online atau offline), survei usaha, hingga akad kredit—semua tahapan punya kriteria yang sudah jelas. Selama persyaratan terpenuhi dan usaha benar-benar produktif, peluang persetujuan cukup besar.
Terima kasih sudah membaca panduan ini sampai akhir. Semoga proses pengajuan KUR-nya berjalan lancar dan dana segera cair untuk mengembangkan usaha.
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan data dari kur.bri.co.id, regulasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan kebijakan OJK yang dapat berubah sewaktu-waktu sesuai ketentuan terbaru.
FAQ Seputar Pengajuan KUR BRI
Nikita Rosa Damayanti Waluyo adalah Penulis di Rsjmenur.id yang menghadirkan berita dan informasi seputar ekonomi, finansial, bantuan sosial, dan kebijakan publik. Nikita memiliki rasa ingin tahu tinggi terhadap isu-isu yang memengaruhi kesejahteraan masyarakat.
