Tiba-tiba desil naik padahal kondisi ekonomi keluarga tidak berubahโapakah pernah mengalami situasi seperti ini?
Ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di berbagai daerah melaporkan hal serupa di awal Januari 2026. Nama mereka yang sebelumnya berstatus penerima bantuan sosial tiba-tiba tidak tercantum lagi. Penyebabnya? Desil kesejahteraan mereka naik di sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Fenomena ini memicu kepanikan. Banyak yang langsung berasumsi bahwa data mereka “dicoret” atau terjadi kesalahan fatal di sistem Kementerian Sosial (Kemensos). Padahal, faktanya tidak selalu demikian.
Nah, artikel ini akan mengupas tuntas apa itu kenaikan desil, penyebabnya, dan yang paling pentingโprosedur resmi mengajukan keberatan jika merasa data tidak sesuai kondisi faktual. Informasi disusun berdasarkan regulasi Kemensos dan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang DTSEN.
Apa Itu Kenaikan Desil dan Mengapa Bisa Terjadi?

Desil adalah peringkat kesejahteraan keluarga berdasarkan survei terstandardisasi dengan skala 1-10. Angka 1 menunjukkan kelompok termiskin, sedangkan angka 10 paling sejahtera. Sistem ini menjadi acuan utama dalam menentukan siapa yang berhak menerima bansos.
Kenaikan desil terjadi ketika hasil pemutakhiran data menunjukkan peringkat kesejahteraan keluarga meningkat dibanding periode sebelumnya.
Berdasarkan mekanisme DTSEN, ada beberapa faktor yang menyebabkan desil naik:
- Perubahan kondisi ekonomi โ Ada anggota keluarga yang mulai bekerja tetap, usaha berkembang, atau penghasilan meningkat
- Perbaikan kondisi rumah โ Renovasi rumah dari semi-permanen menjadi permanen, penambahan fasilitas
- Kepemilikan aset bertambah โ Membeli kendaraan bermotor, tanah, atau properti lain
- Hasil survei lapangan โ Tim verifikasi menilai kondisi faktual lebih baik dari data sebelumnya
- Kesalahan input data โ Petugas salah memasukkan informasi saat pendataan
- Data tidak sinkron โ Informasi di sistem berbeda dengan kondisi sebenarnya
Penting untuk dipahami bahwa kenaikan desil tidak selalu berarti kesalahan. Terkadang kondisi memang berubah tanpa disadari.
Dampak Desil Naik terhadap Status Penerima Bansos
Kenaikan desil membawa konsekuensi langsung terhadap kelayakan menerima bantuan sosial. Secara umum, hanya keluarga dengan desil 1-4 (40% penduduk termiskin) yang berhak menerima bansos pemerintah.
Jika desil naik ke angka 5 atau lebih tinggi, beberapa program bantuan otomatis terhenti.
| Desil | Kategori | Status Kelayakan Bansos |
|---|---|---|
| 1 | Sangat Miskin | โ Prioritas utama (PKH, BPNT, BLT Kesra) |
| 2 | Miskin | โ Berhak penuh (PKH, BPNT, BLT Kesra) |
| 3 | Rentan Miskin | โ Berhak (BPNT, BLT Kesra) |
| 4 | Hampir Rentan | โ ๏ธ Berhak terbatas (BLT Kesra/BBM) |
| 5-10 | Tidak Miskin | โ Tidak berhak terima bansos |
Singkatnya, kenaikan desil dari 3 ke 5 (misalnya) akan menyebabkan status graduasi dari program bansos. Program yang terpengaruh meliputi:
- PKH โ Bantuan tunai bersyarat untuk keluarga dengan komponen penerima
- BPNT/Sembako โ Bantuan pangan non-tunai melalui e-Warong
- BLT Kesra โ Bantuan langsung tunai kesejahteraan rakyat
- Subsidi LPG dan listrik โ Yang terkait dengan status KPM
Perbedaan Kenaikan Desil Alami dan Kesalahan Data
Tidak semua kenaikan desil merupakan kesalahan. Ada dua kategori yang perlu dibedakan:
Kenaikan Desil Alami terjadi ketika kondisi ekonomi keluarga memang membaik secara nyata. Mungkin ada anggota keluarga yang mendapat pekerjaan tetap, usaha berkembang, atau menerima warisan. Dalam kondisi ini, kenaikan desil adalah proses normal yang memang dirancang oleh sistem.
Kenaikan Desil karena Kesalahan Data terjadi ketika informasi di sistem tidak sesuai kenyataan. Bisa karena petugas salah input, data tidak ter-update, atau hasil survei tidak akurat. Kondisi faktual di lapangan berbeda dengan apa yang tercatat di DTSEN.
| Aspek | Kenaikan Alami | Kesalahan Data |
|---|---|---|
| Kondisi Ekonomi | Memang membaik | Tidak berubah/menurun |
| Data di Sistem | Sesuai kenyataan | Tidak sesuai kenyataan |
| Solusi | Terima graduasi | Ajukan keberatan/sanggahan |
| Peluang Dikabulkan | Rendah | Tinggi jika bukti kuat |
Jika kondisi ekonomi memang belum membaik tapi desil naik, ini saatnya mengajukan keberatan. Mekanismenya sudah diatur dalam regulasi Kemensos.
Cara Cek Desil Terkini via Aplikasi Cek Bansos

Sebelum mengajukan keberatan, pastikan dulu benar-benar memahami status desil terkini. Pengecekan bisa dilakukan secara mandiri melalui beberapa cara.
Melalui Website Cek Bansos
- Buka browser dan akses cekbansos.kemensos.go.id
- Pilih provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan kelurahan sesuai KTP
- Ketik nama lengkap persis seperti tercantum di KTP
- Masukkan kode captcha yang ditampilkan
- Klik “Cari Data” dan lihat hasilnya
Status desil biasanya ditampilkan di bagian profil kepesertaan. Jika tidak muncul, artinya perlu konfirmasi langsung ke Dinas Sosial.
Melalui Aplikasi Cek Bansos
- Unduh aplikasi Cek Bansos dari Play Store atau App Store
- Buat akun baru atau login jika sudah punya
- Pilih menu “Cek Bansos” di halaman utama
- Masukkan data wilayah sesuai KTP
- Lihat profil dan status desil di hasil pencarian
Jika status menunjukkan desil di atas 4 padahal kondisi ekonomi masih sulit, catat informasi ini sebagai dasar pengajuan keberatan.
Konfirmasi ke Dinas Sosial
Untuk informasi lebih detail, kunjungi kantor Dinas Sosial kabupaten/kota dengan membawa KTP dan Kartu Keluarga. Petugas akan mengecek melalui sistem SIKS-NG yang menampilkan riwayat perubahan desil beserta alasannya.
Prosedur Resmi Mengajukan Keberatan/Sanggahan Desil
Berdasarkan mekanisme yang ditetapkan Kemensos, ada dua jalur resmi untuk mengajukan keberatan atas kenaikan desil.
Via Aplikasi Cek Bansos (Online)
Jalur ini paling praktis dan bisa dilakukan dari rumah.
- Buka aplikasi Cek Bansos dan login ke akun
- Pilih menu “Usul Sanggah” di halaman utama
- Klik “Buat Sanggahan Baru”
- Pilih kategori sanggahan: “Keberatan atas Perubahan Desil” atau kategori serupa
- Jelaskan alasan keberatan secara singkat dan jelas dalam kolom deskripsi
- Unggah dokumen pendukung (foto KTP, KK, kondisi rumah, SKTM)
- Kirim sanggahan dan catat nomor tiket untuk tracking
Proses verifikasi sanggahan online biasanya memakan waktu 2-4 minggu tergantung antrian.
Via Dinas Sosial (Offline)
Bagi yang lebih nyaman mengurus secara langsung, datang ke kantor Dinsos kabupaten/kota.
- Siapkan dokumen lengkap (KTP, KK, SKTM, foto kondisi rumah)
- Datang ke kantor Dinsos di jam kerja (Senin-Jumat)
- Sampaikan maksud untuk mengajukan keberatan atas kenaikan desil
- Isi formulir sanggahan yang disediakan petugas
- Serahkan dokumen pendukung yang sudah difotokopi
- Jelaskan kronologi dan alasan keberatan dengan jelas
- Minta tanda terima pengajuan sebagai bukti
Jalur offline biasanya lebih cepat ditindaklanjuti karena petugas bisa langsung memverifikasi kondisi.
Dokumen Pendukung yang Memperkuat Sanggahan
Keberatan tanpa bukti pendukung hampir pasti ditolak. Berikut dokumen yang wajib disiapkan:
Dokumen Wajib:
- Fotokopi KTP elektronik (pastikan NIK aktif)
- Fotokopi Kartu Keluarga terbaru
- Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari RT/RW atau kelurahan
Dokumen Pendukung (Sangat Direkomendasikan):
- Foto kondisi rumah bagian luar (tampak depan, samping)
- Foto kondisi rumah bagian dalam (ruangan, dapur, kamar mandi)
- Surat keterangan tidak bekerja atau penghasilan tidak tetap
- Bukti penghasilan (slip gaji atau keterangan penghasilan harian)
- Foto aset yang dimiliki (jika ada motor tua atau perabot sederhana)
- Surat keterangan sakit/disabilitas jika ada anggota keluarga yang membutuhkan biaya pengobatan
Tips: Foto kondisi rumah sebaiknya menunjukkan keadaan sebenarnyaโdinding, lantai, atap, fasilitas MCK. Semakin detail dokumentasi, semakin kuat posisi sanggahan.
Timeline Proses Verifikasi Sanggahan
Setelah pengajuan masuk sistem, ada beberapa tahapan yang akan dilalui.
| Tahap | Proses | Estimasi Waktu |
|---|---|---|
| 1 | Verifikasi kelengkapan dokumen oleh Dinsos | 3-5 hari kerja |
| 2 | Pengecekan data di sistem SIKS-NG | 5-7 hari kerja |
| 3 | Survei lapangan ulang (jika diperlukan) | 7-14 hari kerja |
| 4 | Rapat tim verifikasi dan penetapan hasil | 3-5 hari kerja |
| 5 | Pemberitahuan hasil ke pemohon | 3-7 hari kerja |
Total estimasi: 2-4 minggu dari pengajuan hingga keputusan final. Waktu bisa lebih lama jika antrian di daerah tersebut panjang atau dokumen tidak lengkap.
Pantau status sanggahan secara berkala melalui aplikasi Cek Bansos atau dengan menghubungi Dinsos menggunakan nomor tiket pengajuan.
Tips Agar Sanggahan Dikabulkan
Tidak semua sanggahan otomatis diterima. Berdasarkan pengalaman di lapangan, berikut tips agar pengajuan keberatan berhasil:
1. Pastikan Alasan Keberatan Valid
Sanggahan akan dikabulkan jika memang ada ketidaksesuaian data. Jika kondisi ekonomi benar-benar sudah membaik, sanggahan kemungkinan besar ditolak.
2. Lengkapi Dokumen Sedetail Mungkin
Semakin lengkap bukti, semakin kuat posisi. SKTM dari RT/RW menjadi dokumen krusial yang menunjukkan pengakuan dari lingkungan terdekat.
3. Jelaskan Kronologi dengan Jelas
Di kolom deskripsi, tuliskan kronologi singkat: kapan mengetahui desil naik, bagaimana kondisi ekonomi sebenarnya, dan mengapa merasa keberatan itu layak.
4. Dokumentasikan Kondisi Rumah dengan Jujur
Foto kondisi rumah sebaiknya apa adanya. Jangan memanipulasi atau memperburuk tampilanโpetugas survei akan memverifikasi langsung.
5. Ajukan Melalui Jalur Resmi
Hindari calo atau perantara yang menjanjikan proses cepat dengan imbalan uang. Semua layanan sanggahan 100% gratis.
6. Sabar dan Pantau Berkala
Proses membutuhkan waktu. Pantau status secara berkala dan siap memberikan informasi tambahan jika diminta petugas.
Solusi Alternatif Jika Sanggahan Ditolak
Bagaimana jika sanggahan tidak dikabulkan? Jangan menyerahโmasih ada beberapa opsi yang bisa ditempuh.
1. Ajukan Banding atau Sanggahan Ulang
Jika merasa keputusan tidak adil, ajukan sanggahan ulang dengan bukti tambahan yang lebih kuat. Sertakan dokumen baru yang belum dilampirkan sebelumnya.
2. Lapor ke LAPOR! (SP4N)
Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional bisa diakses di lapor.go.id. Pengaduan akan diteruskan ke instansi terkait untuk ditindaklanjuti.
3. Hubungi Call Center Kemensos
Sampaikan keluhan melalui Call Center 171 (ext 2) atau WhatsApp 0811-1234-171. Jelaskan kronologi lengkap dan nomor tiket sanggahan sebelumnya.
4. Cek Kelayakan Program Bansos Lain
Jika memang tidak lolos untuk PKH atau BPNT karena desil, cek kelayakan program bantuan lain yang mungkin masih bisa diakses. Beberapa program daerah memiliki kriteria berbeda dari program pusat.
5. Ajukan Usulan Baru Saat Periode Pemutakhiran
DTSEN diperbarui secara berkala. Jika kondisi ekonomi memang masih rentan, ajukan usulan baru saat periode pemutakhiran data berikutnya melalui aplikasi Cek Bansos atau melalui kelurahan.
Kontak Layanan dan Pengaduan Resmi

Berikut daftar lengkap kanal resmi yang bisa dihubungi untuk informasi dan pengaduan terkait kenaikan desil dan sanggahan bansos.
| Layanan | Kontak | Jam Operasional |
|---|---|---|
| Call Center Kemensos | 171 (ext 2) | 24 jam |
| WhatsApp Kemensos | 0811-1234-171 | Senin-Jumat, 08.00-16.00 WIB |
| Email Pengaduan | [email protected] | Respon 1ร24 jam kerja |
| Website Cek Bansos | cekbansos.kemensos.go.id | 24 jam |
| LAPOR! (SP4N) | lapor.go.id | 24 jam |
| Kantor Dinsos | Sesuai domisili masing-masing | Senin-Jumat, jam kerja |
Alamat Kantor Kemensos Pusat:
Kementerian Sosial Republik Indonesia Jl. Salemba Raya No.28, Jakarta Pusat 10430 Telepon: (021) 3103591 Website: kemensos.go.id
Selalu gunakan kanal resmi dan waspada terhadap oknum yang meminta uang dengan dalih mempercepat proses. Semua layanan pengaduan dan sanggahan bansos 100% gratis tanpa dipungut biaya apapun.
Penutup
Kenaikan desil memang membuat panik, tapi bukan berarti tidak ada jalan keluar. Bagi yang mengalami perubahan desil padahal kondisi ekonomi belum membaik, hak untuk mengajukan keberatan sudah dijamin regulasi. Prosedurnya jelas dan bisa dilakukan baik secara online melalui aplikasi Cek Bansos maupun offline langsung ke Dinas Sosial.
Kunci utamanya adalah menyiapkan dokumen pendukung yang kuat dan mengajukan melalui jalur resmi. Proses memang membutuhkan kesabaran, tapi dengan bukti yang valid, peluang sanggahan dikabulkan cukup besar.
Semoga informasi ini bermanfaat dan membantu memahami prosedur keberatan desil yang benar. Terima kasih sudah membaca, semoga keluarga yang membutuhkan selalu diberikan jalan rezeki halal dan berkah.
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan regulasi Kemensos dan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang DTSEN. Kebijakan, kriteria, dan prosedur dapat berubah sewaktu-waktu sesuai keputusan pemerintah, sehingga disarankan untuk selalu memverifikasi informasi terkini melalui website cekbansos.kemensos.go.id atau Call Center Kemensos di 171.
Sumber dan Referensi Berita:
- Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional
- Peraturan Menteri Sosial No. 1 Tahun 2022 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Sosial RI
FAQ
Kenaikan desil adalah perubahan peringkat kesejahteraan keluarga dari angka rendah ke angka lebih tinggi berdasarkan data DTSEN. Skala desil 1-10 menentukan kelayakan bansosโhanya desil 1-4 yang berhak menerima. Jika desil naik ke 5 atau lebih, sistem otomatis menghentikan bantuan karena keluarga dianggap sudah tidak masuk kategori 40% termiskin.
Cek desil bisa dilakukan melalui website cekbansos.kemensos.go.id atau aplikasi Cek Bansos yang tersedia di Play Store dan App Store. Masukkan data wilayah dan nama lengkap sesuai KTP. Untuk informasi lebih detail termasuk riwayat perubahan desil, kunjungi kantor Dinas Sosial kabupaten/kota dengan membawa KTP dan KK.
Bisa. Jika merasa data tidak sesuai kondisi faktual, keberatan bisa diajukan melalui menu “Usul Sanggah” di aplikasi Cek Bansos atau langsung ke kantor Dinas Sosial. Siapkan dokumen pendukung seperti SKTM, foto kondisi rumah, dan bukti penghasilan. Sanggahan akan diverifikasi dan bisa memakan waktu 2-4 minggu hingga ada keputusan.
Dokumen wajib meliputi fotokopi KTP, Kartu Keluarga, dan SKTM dari RT/RW. Dokumen pendukung yang memperkuat sanggahan antara lain: foto kondisi rumah bagian dalam dan luar, bukti penghasilan atau surat keterangan tidak bekerja, serta dokumen lain yang menunjukkan kondisi ekonomi keluarga sebenarnya.
Proses sanggahan biasanya memakan waktu 2-4 minggu dari pengajuan hingga keputusan final. Tahapannya meliputi verifikasi dokumen, pengecekan sistem, survei lapangan ulang (jika diperlukan), dan penetapan hasil. Waktu bisa lebih lama jika antrian panjang atau dokumen tidak lengkap.
Jika sanggahan ditolak, ada beberapa opsi: ajukan sanggahan ulang dengan bukti tambahan yang lebih kuat, lapor ke LAPOR! (lapor.go.id), hubungi Call Center Kemensos 171, atau ajukan usulan baru saat periode pemutakhiran DTSEN berikutnya. Pastikan selalu menggunakan jalur resmi dan gratis.
Tidak. Seluruh proses pengajuan keberatan, sanggahan, dan pengaduan terkait desil bansos sepenuhnya gratis tanpa dipungut biaya apapun. Waspada terhadap oknum yang meminta uang dengan dalih mempercepat proses. Laporkan praktik pungutan liar ke Call Center Kemensos 171.
Bisa, melalui dua cara. Pertama, jika sanggahan dikabulkan karena terbukti ada kesalahan data. Kedua, jika kondisi ekonomi memang berubah turun dan terekam saat pemutakhiran DTSEN berikutnya. Sistem desil bersifat dinamis dan diperbarui secara berkala berdasarkan survei dan verifikasi lapangan.
Fajar Pratama adalah Pemimpin Redaksi sekaligus Penanggung Jawab Rsjmenur.id. Bertanggung jawab penuh atas kebijakan editorial dan seluruh konten yang dipublikasikan. Selain memimpin tim redaksi, Fajar juga aktif menulis artikel dan analisis seputar ekonomi, finansial, bantuan sosial, dan kebijakan publik di Indonesia. Fajar berkomitmen menjadikan Rsjmenur.id sebagai sumber informasi terpercaya yang membantu masyarakat mengambil keputusan finansial dengan lebih baik.
