Desil Adalah Penentu Nasib Bansos? Pahami Arti Angka 1-10 di DTKS

Mengenal Klasifikasi Desil: Kunci Utama Lolos KIP Kuliah dan Bantuan Sosial Pemerintah

Pernahkah mengalami situasi membingungkan saat mendaftar KIP Kuliah atau bantuan sosial, namun tiba-tiba dinyatakan tidak layak karena “Desil tidak masuk kriteria”? Padahal, kondisi ekonomi keluarga dirasa sedang tidak baik-baik saja.

Banyak masyarakat yang mengira Desil hanyalah angka acak atau kode antrean semata. Padahal, angka 1 hingga 10 ini adalah algoritma sakral yang menentukan status kesejahteraan jutaan penduduk Indonesia. Salah satu digit saja, nasib bantuan bisa melayang.

Mari kesampingkan rasa frustrasi sejenak. Tulisan ini akan membedah logika “mesin” negara dalam mengelompokkan si miskin dan si kaya, serta bagaimana cara menyikapinya jika data tidak sesuai fakta lapangan.

Apa Itu Desil? Definisi dan Konsep Dasar

Dalam ilmu statistik, Desil adalah istilah untuk membagi data menjadi sepuluh bagian yang sama besar. Jika diterapkan pada ekonomi penduduk, bayangkan seluruh penduduk Indonesia dibariskan dari yang paling miskin hingga paling kaya, lalu dipotong menjadi 10 kelompok.

Pengertian Secara Ekonomi

Desil Kesejahteraan Rumah Tangga adalah sistem pengelompokan status ekonomi masyarakat per 10 persen.

  • Angka kecil (1) menunjukkan kelompok paling rendah tingkat kesejahteraannya (Sangat Miskin).
  • Angka besar (10) menunjukkan kelompok paling tinggi kesejahteraannya (Sangat Kaya).

Peran TNP2K

Sistem ini awalnya dikembangkan oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Tujuannya sederhana: agar bantuan sosial tidak dipukul rata. Pemerintah butuh skala prioritas untuk mengetahui siapa yang “wajib dibantu sekarang” dan siapa yang “masih bisa bertahan”.

Bedah Anatomi Tingkatan Desil 1 sampai 10

Agar tidak salah tafsir, pahami hierarki angka yang keramat ini. Di posisi mana sebenarnya target utama bansos berada?

Baca Juga:  Cara Daftar KKS untuk Terima Bansos 2025, Panduan Lengkap hingga Solusi Jika Ditolak

Kelompok Desil 1 (Prioritas Utama)

Ini adalah 10% penduduk dengan status Sangat Miskin. Biasanya kelompok ini tidak memiliki sumber penghasilan tetap, kondisi rumah tidak layak huni, dan sangat bergantung pada bantuan untuk makan sehari-hari. Hampir pasti mendapatkan PKH (Program Keluarga Harapan).

Kelompok Desil 2 & 3 (Miskin & Rentan)

Kelompok ini masih masuk kategori miskin dan rentan miskin. Jika ada guncangan ekonomi sedikit saja (sakit atau PHK), mereka bisa jatuh ke Desil 1. Ini adalah “kolam” utama penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan KIP Kuliah.

Kelompok Desil 4-10 (Menengah hingga Kaya)

  • Desil 4: Ambang batas (threshold). Sering disebut “Hampir Miskin” atau menuju kelas menengah. Seringkali menjadi batas akhir penerimaan bantuan tertentu (seperti PBI JK).
  • Desil 5-10: Kategori mampu hingga sangat kaya. Secara teori sistem, kelompok ini dianggap tidak membutuhkan bantuan sosial tunai.

Indikator Penentuan Desil Rumah Tangga

Lantas, bagaimana pemerintah tau si A masuk Desil 1 dan si B masuk Desil 5? Apakah petugas mengintip isi dompet warga? Tentu tidak.

Metode yang digunakan adalah Proxy Means Testing (PMT). Pemerintah melihat “tanda-tanda” kekayaan yang terlihat (kasat mata).

1. Variabel Kondisi Perumahan

Ini bobotnya cukup besar. Petugas survei akan melihat:

  • Jenis lantai (tanah, ubin, atau keramik mahal?)
  • Jenis dinding (bambu, tembok tanpa plester, atau tembok bagus?)
  • Sumber air minum dan jenis jamban/toilet.
  • Luas lantai per kapita (luas rumah dibagi jumlah penghuni).

2. Variabel Aset dan Kepemilikan

Jangan kaget jika punya motor baru bisa menaikkan skor Desil. Aset yang dinilai meliputi:

  • Kepemilikan kendaraan bermotor (mobil/motor).
  • Barang elektronik (Kulkas, AC, Laptop).
  • Tabung gas (3kg subsidi atau 12kg biru).
  • Lahan atau ternak.

3. Variabel Demografi

Pendidikan kepala rumah tangga dan jenis pekerjaan juga berpengaruh. Kepala keluarga lulusan SD buruh tani tentu skornya berbeda dengan lulusan S1 pegawai swasta, meskipun gajinya mungkin saat itu sama-sama kecil.

Sumber Data: DTKS dan P3KE

Di lapangan sering terjadi kebingungan, “Saya terdaftar di DTKS tapi kok di kampus dibilang Desil P3KE saya tinggi?”. Mari luruskan.

Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)

Dikelola oleh Kementerian Sosial (Kemensos). Ini adalah database induk yang berisi profil 40% penduduk dengan status kesejahteraan terendah. Masuk DTKS adalah syarat mutlak dapat bansos Kemensos.

Data P3KE (BKKBN)

Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Data ini dikelola Kemenko PMK berbasis data BKKBN (Pendataan Keluarga). Saat ini, Kemendikbudristek sering menggunakan data P3KE untuk seleksi KIP Kuliah karena dianggap lebih update secara by name by address.

Hubungan Erat Desil dengan Program Bantuan Sosial

Tidak semua Desil dapat semua bantuan. Ada kavling-kavlingnya sendiri.

  • PKH (Program Keluarga Harapan): Targetnya sangat tajam, biasanya menyasar Desil 1.
  • BPNT (Sembako): Sedikit lebih luas, menyasar Desil 1 hingga Desil 2, kadang melebar ke Desil 3 jika kuota ada.
  • PBI JK (KIS Gratis): Paling luas cakupannya. Penerima bantuan iuran BPJS ini bisa mencakup hingga Desil 4 (sekitar 40% penduduk terbawah).
Baca Juga:  Bansos BPNT adalah: Pengertian, Tujuan, Dasar Hukum, dan Mekanisme Lengkap

Desil dalam Konteks Pendidikan (KIP Kuliah)

Bagi pejuang kuliah gratis, angka ini adalah “rapor” ekonomi.

Batas Aman Desil untuk Lolos

Secara aturan, prioritas KIP Kuliah Merdeka diberikan kepada mahasiswa yang terdata di Desil 1 hingga Desil 3. Mahasiswa di kategori ini biasanya dibebaskan UKT dan mendapat uang saku.

Apa yang Terjadi Jika Mahasiswa Masuk Desil >4?

Jika data menunjukkan Desil 4, 5, atau lebih, sistem KIP Kuliah biasanya akan otomatis menolak atau meminta verifikasi ketat. Dianggap “Mampu”, padahal mungkin aslinya pas-pasan.

Mekanisme Banding UKT

Jangan panik dulu. Jika Desil tinggi tapi aslinya tidak mampu, mahasiswa bisa mengajukan banding UKT ke pihak kampus dengan membawa bukti fisik (struk listrik, foto rumah, slip gaji orang tua) untuk membuktikan bahwa data sistem outdated.

Perbedaan Desil dan Persentil

Sering tertukar, padahal beda skala. Simak perbandingannya agar paham saat membaca notifikasi sistem.

Fitur Desil (Decile) Persentil (Percentile)
Pembagian Data Dibagi 10 Bagian Dibagi 100 Bagian
Skala Angka 1 sampai 10 1 sampai 100
Akurasi Pengelompokan Besar Sangat Detail/Spesifik
Contoh Status Desil 1 (Miskin) Persentil 5 (Sangat Miskin)

Kapan Persentil Digunakan? Biasanya untuk pemeringkatan yang butuh akurasi tinggi. Jika ada banyak orang di Desil 1, pemerintah bisa memprioritaskan mereka yang ada di Persentil 1-5 (kerak kemiskinan).

Cara Mengetahui dan Cek Status Desil

“Saya masuk Desil berapa ya?” Sayangnya, angka ini tidak ditempel di jidat atau di KTP.

1. Operator Desa/Kelurahan (SIKS-NG)

Ini cara paling valid. Datang ke kantor desa/kelurahan, temui operator SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation). Mereka bisa melihat detail profil DTKS warganya.

2. Cek Mandiri via Aplikasi Cek Bansos

Meskipun tidak memunculkan angka “Anda Desil 2”, tapi bisa dibaca dari Indikator Kepesertaan.

  • Jika dapat PKH + BPNT + PBI JK -> Kemungkinan besar Desil 1.
  • Jika hanya dapat PBI JK (BPJS) -> Kemungkinan Desil 3 atau 4.
  • Jika “Tidak Terdaftar Peserta/PM” -> Kemungkinan Desil >4 atau belum masuk DTKS.

Mengapa Data Desil Tidak Muncul Secara Publik?

Untuk menghindari konflik sosial. Bayangkan jika tetangga tau si A masuk Desil 1 padahal punya mobil, bisa geger satu RT. Data ini bersifat rahasia negara (dikecualikan) untuk konsumsi publik secara terbuka.

Baca Juga:  BLT Adalah: Bantuan Langsung Tunai dari Pemerintah untuk Keluarga Kurang Mampu

Mengapa Status Desil Bisa Berubah Naik atau Turun?

Bulan lalu dapat bansos, bulan ini putus. Kenapa?

  • Exclusion Error & Inclusion Error: Kesalahan sistem atau petugas saat mendata. Orang kaya masuk data (Inclusion), orang miskin terbuang (Exclusion).
  • Update Dukcapil: Ada anggota keluarga yang meninggal atau menikah (pindah KK) bisa mengubah rasio beban tanggungan keluarga.
  • Pindah Domisili Tanpa Lapor: Jika pindah kota tapi tidak urus surat pindah dan lapor ke desa baru, data di tempat lama bisa dicoret karena dianggap “tidak ditemukan”.

Prosedur Sanggah dan Perbaikan Data

Jangan hanya diam mengutuk nasib jika data salah. Lawan dengan prosedur.

Mekanisme Usul Sanggah

Di Aplikasi Cek Bansos Kemensos, ada fitur “Usul” dan “Sanggah”.

  • Usul: Mendaftarkan diri sendiri/tetangga yang layak.
  • Sanggah: Melaporkan tetangga yang dinilai tidak layak (misal: orang kaya dapat bansos). Sertakan foto bukti (rumah mewah/mobil) agar diverifikasi ulang.

Tahapan Verifikasi Validasi (Verval)

Data usulan tidak langsung cair besoknya. Harus melewati verifikasi Dinas Sosial daerah, disahkan Bupati/Walikota, baru masuk ke Pusdatin Kemensos untuk penetapan Desil baru.

Tantangan Validitas Data Kemiskinan

Masalah klasik birokrasi + teknologi. Seringkali terjadi Data Ganda atau NIK tidak padan dengan Dukcapil. Satu digit NIK salah ketik bisa membuat Desil seseorang “nyangkut” dan bantuan gagal transfer. Di sinilah peran aktif masyarakat sebagai whistleblower (peniup peluit) sangat dibutuhkan untuk mengawasi penyaluran yang tidak tepat sasaran.

FAQ

1. Apakah Desil 4 bisa dapat KIP Kuliah?
Sangat sulit untuk skema KIP Kuliah murni (uang saku + UKT). Namun, masih berpeluang mendapatkan Bantuan UKT (hanya bayar kuliah) tergantung kuota kampus.

2. Bagaimana cara menurunkan angka Desil agar dapat bansos?
Tidak ada cara instan “menurunkan angka”. Yang bisa dilakukan adalah memperbaiki elemen data di Desa/Kelurahan sesuai kondisi real saat ini (misal: update status pekerjaan dari “Wiraswasta” menjadi “Buruh” jika memang bangkrut).

3. Siapa yang berwenang menentukan angka Desil seseorang?
Kementerian Sosial (Pusdatin) berdasarkan hasil survei lapangan yang diolah dengan metodologi Proxy Means Testing. Operator desa hanya bertugas menginput data mentah, bukan menentukan nilai.

4. Berapa lama proses perubahan data Desil di DTKS?
Proses pengesahan DTKS dilakukan setiap bulan oleh Kemensos. Namun, efek perubahan status penerima bantuan biasanya memakan waktu 1-3 bulan tergantung jadwal penyaluran (tahap pencairan).

Data Adalah Kunci Keadilan Sosial

Desil bukanlah vonis mati, melainkan potret statistik yang dinamis. Jika merasa angka tersebut tidak adil, tempuh jalur legal melalui perbaikan data kependudukan (KK/KTP) dan musyawarah desa.

Jangan biarkan kesalahan administrasi menghambat hak warga negara. Pastikan NIK padan, profil pekerjaan di KTP sesuai, dan kondisi aset terlaporkan dengan jujur. Karena pada akhirnya, bantuan yang tepat sasaran dimulai dari data yang jujur.

📂 NOTA INFORMASI DATA
⚖️

PERHATIAN PENTING:

  • Artikel ini disusun sebagai literasi data statistik dan mekanisme DTKS, bukan portal pendaftaran bantuan resmi.
  • Penetapan Desil adalah wewenang mutlak pemerintah pusat (Kemensos/TNP2K) berdasarkan data lapangan.
  • Segala bentuk sanggahan data harus melalui prosedur resmi (SIKS-NG/Cek Bansos).
Rahmat Khairurizqi
Jurnalis

Rahmat Khairurizqi adalah Penulis di Rsjmenur.id yang mengolah berbagai isu ekonomi, finansial, bantuan sosial, dan kebijakan publik menjadi bacaan yang mudah dicerna. Rahmat meyakini bahwa di balik setiap angka dan kebijakan, selalu ada cerita yang menyentuh kehidupan masyarakat. Melalui tulisannya, ia berupaya mendekatkan informasi penting kepada pembaca yang selama ini merasa jauh dari dunia ekonomi.